Jurusan Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar Bersinergi Dengan Masyarakat Membangun Desa Melalui BUMDES

Foto: Pelaksanaan PKM dosen UIN Makassar

Maros_Sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap Program Studi/Jurusan untuk dapat turun langsung ke masyarakat mengkaji dan membahas terkait fenomena dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat untuk selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan perguruan tinggi untuk dapat memberikan masukan dari perspektif akademisi terkait kondisi yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Jurusan Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar merespon hal tersebut melalui kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di Desa Temmappaduae Kecamatan Marusu Kabupaten Maros, kegiatan ini bertemakan Peran BUMDes dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Lokal. (29 Juni 2022)

Program pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh dosen dari Jurusan Ilmu Ekonomi berjumlah 12 orang dan juga diikuti oleh 20 mahasiswa yang sempat hadir, Kepala Desa dan Aparatnya, Pengurus Bumdes dan beberapa Tokoh Masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor BUMDes Desa Temmappaduae dengan model sharing session.

Dalam sambutannya, Aminuddin selaku Kepala Desa Temmappaduae, menyampaikan sangat mengapresiasi, kegiatan ini mengingat BUMDes di desa sempat stagnan, namun baru kembali beroperasi tahun 2019 dengan 3 unit kegiatan yakni Pengangkutan Sampah, Pengadaan Barang dan Brilink. Lebih Lanjut Dr. Hasbiullah, S.E., M.Si, mengapresiasi desa Temmappaduae sebagai salah satu desa mandiri yang ditetapkan pemerintah, lanjutnya BUMdes diharapkan memiliki peran urgen dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan sebagai sumber pemasukan PAD desa untuk mewujudkan masyarakat desa yang sejahtera.

Selanjutnya Andi Ira selaku pengelola BUMDes Macenning memaparkan profil, perkembangan, unit usaha, kendala dan tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan BUMDes di Desa Temmappaduae tersebut. Abdul Rahman, Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi diberi amanat sebagai Narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa sebenarnya pemerintah telah mencanankan beberapa program dalam rangka mengembangkan ekonomi pedesaan. Namun, upaya tersebut belum mencapai hasil yang memuaskan. Salah satu faktor yang menghambat adalah lemahnya daya kreatif dan inovasi dalam menggerakan roda perekonomian pedesaan. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 Nomor 11 Tahun 2021, dijelaskannya bahwa BUMDes bukan lagi hanya sebagai badan usaha tapi badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau hersarna desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Di akhir materi juga ditambahkan beberapa isu yang belum diatur sebelum adanya PP No. 11 Tahun 2021 dan pokok garis besar yang diaturnya. Di Akhir kegiatan Kepala Desa Temmappadua dan pengelola BUMDes mengharapkan kerjasama dari pihak perguruan tinggi dalam hal ini kepada Jurusan Ilmu Ekonomi untuk dapat mendampingi dalam hal pengembangan bisnis dan membangun relasi dengan perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan Desa Temmappaduae.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *