Lantebung Karya Program CCDP-IFAD Makassar

Lantebung Dari Foto Udara Menggunakan Drone

Program CCDP-IFAD merupakan sebuah program pemerintah yang bekerjasama dengan lembaga donor luar negeri yang dikelola langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan kemudian di alokasikan ke Kabupaten/Kota yang memenuhi syarat untuk mendapatkan proyek atau program melalui dinas terkait yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Kota/Kabupaten.

Kota Makassar adalah salah satu daerah yang mendapatkan program CCDP-IFAD selama lima tahun dan dikelolah langsung oleh Dinas Kelautan, perikanan, pertanian dan peternakan Kota Makassar sebagai penanggung jawab program dengan Kepala Dinas menjadi kuasa Pengguna Anggaran.

Treking Mangrove Lantebung

Tiga Tahun berjalan 2013 sampai 2015 Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Makassar mengalokasikan proyek di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Tallo dengan jumlah desa/kelurahan, tiga kelurahan di kecamatan Ujung Tanah, tiga kelurahan di Kecamatan Tamalate dan tiga kelurahan di Kecamatan Tallo.

Pada tahun ke-empat dan ke-lima selaku kuasa pengguna anggran, pejabat pembuat komitmen, dan pejabat penandatangan SPM dan bendara di lingkup Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Makassar menambah wilayah kecamatan sebagai program dampingan baru yakni Kecamatan Tamalanrea dengan tambahan dua kelurahan yakni Kelurahan Bira dan Kelurahan Parangloe.

Baca Juga : Indah dan Menikmati Indahnya Pulau Badi

Tahun 2016 Kelurahan Bira menjadi dampingan program CCDP-IFAD yang berjalan selama dua tahun sampai pada tahun 2017. Melalui arahan program yang didampingi oleh TPD Kelurahan Bira Andi Nur Apung membentuk beberapa kelompok sesuai dengan juknis program. Kelompok yang dibentuk yaitu : 4 kelompok nelayan tangkap, 2 kelompok pengolahan, 2 Kelompok Pembudidaya ikan, 1 kelompok infrastruktur dan 1 kelompok pengelola sumberdaya alam atau PSDA. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan langsung sesuai dengan porsi anggaran yang sudah disetujui oleh kuasa pengguna anggaran.

Pondok Informasi CCD-IFAD Kel. Bira

Lantebung yang masuk dalam administrasi Kelurahan Bira mempunyai potensi mangrove yang sangat luas ± 12 Ha menjadi perhatian khusus bagi TPD kala itu, untuk dijadikan sebagai kawasan ekowisata mangrove, sehingga pendanaan program untuk infrastruktur dan pengelolaan sumberdaya alam dialokasikan untuk mendukung berdirinya ekowisata.

Penanaman Mangrove Kawasan Mangrove Lantebung

Melalui kelompok Infrastruktur Kel. Bira pada tahap pertama mendapatkan anggaran sebesar 50 juta rupiah, digunakan untuk membangun sebuah fasilitas pondok informasi untuk tempat pertemuan, rapat kelompok dan sebagai tempat melakukan sosialisai program CCDP-IFAD yang dibangun ditengah-tengah kawasan mangrove.

Pondok Informasi yang dibangun di kawasan mangrove menjadi daya tarik tersendiri, dimana bangunan pondok yang dikelilingi oleh mangrove dengan suasana alam yang ditawarkan oleh Mangrove Lantebung.

Foto Bersama TPD Andi Nur Appung dan Kepala DKP3K Kota Makassar

Melihat potensi ini, Andi Nur Apung selaku pendamping program atau TPD Melakukan langkah awal untuk mengembangkan kawasan ini dengan membangun tracking untuk menjadi wisata tracking mangrove sekaligus sebagai tambat perahu nelayan, yaitu dengan melakukan sosialisasi dengan kelompok infrastruktur untuk menambah tracking mangrove sampai ke wilayah garis pantai melalui anggaran CCDP-IFAD untuk pengembangan kawasan sumber daya alam menjadi kawasan wisata. Kuasa pengguna anggaran pada saat itu adalah kepala dinas DKP3K Dr. Abd Rahman Bando, SP, MM., menyetujui usulan tersebut dengan mengeluarkan Kontrak Kerja dan SPK dengan kelompok infrastruktur.

Pondok Informasi Program CCDP-IFAD Kel. Bira

Anggaran yang terbatas membuat pembangunan tracking mangrove pada tahap ke-dua ini belum sampai ke bibir pantai Lantebung. Tak putus asa Andi Nur Apung melalui DKP3K Kota Makassar melakukan kerja sama dengan Pihak Pertamina dengan anggaran swadaya, diberikan kepada kelompok infrastruktur.

Kawasan Mangrove Lantebung

Diakhir program dibuatlah langkah exit strategi oleh Andi Nur Apung yaitu dengan membentuk pengelola ekowisata mangrove lantebung yang diketuai oleh Saraba untuk keberlanjutan pengelolaan ekowisata. Hingga saat ini kawasan ekowisata mangrove lantebung telah berkembang dengan pesat baik dari segi pembangunan maupun kunjungan wisatawan lokal maupun internasional. Mata pencaharian masyarakat bertambah seiring dengan peningkatan pendapatan mereka. CCDP-IFAD adalah program yang sangat sukses mengubah kehidupan masyarakat Lantebung menjadi lebih baik melalui konsep pengelolaan potensi alam yang berkelanjutan.


Penulis : Rustam
Editor : Andi Nur Appung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *